Magelang, 03 Juli 2020
Kamu tahu bagaimana rasanya diam-diam mencintai seorang yang pada akhirnya pun menjatuhkan hatinya padamu? Bahagia? Haru? Lalu bagaimana jika kemudian kamu pun diam-diam dipaksa melepas genggam yang telah erat kau perjuangkan dalam persujudan yang begitu mesra menggetarkan?
Bagaimanapun endingnya, aku berusaha untuk tak menyalahkan siapa pun atas takdir ini. Takdir yang mempertemukanku pada seorang yang ku buat jatuh hatinya, tapi kemudian ku buat patah juga pada akhirnya.
Bagaimanapun aku lah yang teramat antagonis dalam cerita ini, begitu kau juga aku menganggapnya. Namun tahukan kau? Bahwa aku pun menjadi antagonis terhadap diriku sendiri. Jika pun kau amat membenciku, bahkan aku lebih membenci diriku sendiri. Aku yang telah memorak-porandakan semuanya, hatimu, hatiku, kisahmu juga kisahku. Kita sebatas lalu yang tak melulu. Kita teramat fana pada sebuah kata jatuh cinta.
***
Jauh sebelum hadirmu, aku bukanlah orang yang menganggap diriku kejam hanya karena keegoisanku selalu menduduki peringkat satu. Aku tak pernah membenciku sedemikian itu. Biarpun semua teman menjauhiku, membenciku lantaran keegoisanku untuk berprestasi, aku tak pernah sedemikian takut, sebab aku yakin mereka kembali saat membutuhkanku.
Jauh sebelum mengenalmu, aku masih teramat lugu perihal kagum dan mengagumi, jatuh cinta dan dicintai, hingga patah dan mematahkan.Jauh sebelum mengenalmu, aku masih begitu asing dengan puisi-puisi sendu, sajak-sajak patah, atau syair-syair romantis yang kemudian aku teramat berbunga-bunga ketika membacanya.
Tapi, jauh sebelum mengenalmu aku pun seorang yang teramat asing dengan hafalan-hafalan ayat suci, doa-doa, hingga persujudan di sepertiga malam.
Lalu, seiring berjalannya waktu juga kamu yang kemudian hadir dan masuk ke dalam semestaku, mau tidak mau semua harus berubah. Diksi-diksi yang semula ku rangkai begitu sederhana tanpa makna, berubah menjadi sajak-sajak cinta, puisi-puisi romantis, hingga syair-syair sendu yang menyayat hati. Tak hanya itu, aku juga kamu, bahkan ending cerita kita pun dituntut untuk ikut berubah. Kita tak mungkin diam, sedangkan waktu terus merangkak maju ke depan.
Lalu, setelah pelbagai kisah yang kita lalui dengan payah dan kemudian kita paksa berhenti untuk menjadikannya akhir, jemariku pun aku paksa bergerak untuk menuliskanmu. Menuliskan apa-apa yang ternyata membuatku kembali sesak.
Tapi, aku pikir aku memang harus menuliskannya. Meski kita telah sampai pada titik akhir dimana kita telah kembali menjadi aku dan kamu yang asing, namun aku merasa kisah kita belum tuntas sebab aku yang terlalu payah untuk menjelaskannya, aku pun yakin hatimu akan terlalu berontak untuk menerimanya.
Tulisan ini barangkali tak kau baca saat ini. Aku pun tak mengharapmu membacanya sekarang, sebab aku hanya ingin tuntas dulu dalam menuliskanmu. Aku juga tak tahu apakah ini akan benar-benar sampai di beranda ponselmu atau hanya akan tercecer di bentangan semestaku yang rancu. Tapi, semogaku tetap kamu membacaya meski tak sengaja.
Jadi, sebagai pembuka dan prakata, untukmu sebagai tokoh utama, izinkan aku menyampaikannya meski tak secara langsung kau dengar di telingamu; Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Tulisan ini mungkin akan membuka kembali luka yang kini mulai tertutup sebab seorang yang baru di hidupmu, aku minta maaf, tapi aku akan tetap menuliskannya. Tulisan ini, anggap saja aku sedang bercerita di hadapanmu tentang segala luka yang mungkin tak termaafkan. Aku tahu aku teramat payah sebab begitu mudah menyerah, aku minta maaf, tapi aku telah melakukannya. Terima kasih dan maaf telah mampir di rumah candamu kemudian pergi seenaknya tanpa ucapan terima kasih dan selamat tinggal. Tapi, kini aku mengucapkannya meski hanya lewat tulisan. Lalu, izinkan aku untuk tuntas dalam menuliskanmu. Tak usah kau pedulikan lagi lukaku! Meski aku yakin kamu sudah terlalu bodoamat untuk itu. Kini, mulailah fokus untuk mengutuhkan patahmu, dengan dia (seorang yang telah berhasil menjadi obat itu) meski kau pu pernah mengatakan bahwa aku lah obatmu, tapi maaf ternyata aku lah luka itu. Maaf dan terima kasih untuk semuanya.