Katamu, "susah ya menembus kamu, ku kira aku sudah berhasil memasuki palungmu, nyatanya aku masih saja di berandamu, mengapa belum juga kau mempersilahkanku masuk? padahal pintumu sudah sering kali ku ketuk"
Sayang, bagaimana aku mau mempersilahkanmu masuk jika kenanganmu dengannya saja masih begitu lekat? bagaimana aku mau mempersilahkanmu masuk jika tentangnya masih kuat kau genggam?
Bohong jika aku tidak cemburu ketika kau menceritakan tentangnya. Bohong jika aku tidak cemburu ketika ku lihat yang kau genggam adalah tentangnya meskipun hanya sebatas soft case handphone. Bohong jika aku tak cemburu ketika kau bilang kalau melupakannya butuh bertahun-tahun lamanya. Bahkan ketika sekarang kau bilang sudah berhasil melupakannya pun mungkin aku masih sulit percaya. Aku tahu, kamu belum merasa biasa saja ketika kau mengingatnya.
Kau tahu, aku begitu sulit mempercayai seseorang namun ketika ketidaksengajaan mempertemukanku denganmu, angkuhku tunduk padamu, nyamanku tumbuh pada kamu meski kamu adalah orang baru, cerita tentangku mengalir deras di malam-malam sunyi ketika kita saling duduk di teras menanti kantuk tiba, padahal aku tak pernah sedemikian menceritakan tentangku terkecuali pada satu dua orang yang aku percaya. Tapi sayang, semua yang kau berikan belum bisa membayar keraguanku, ketakutanku, keresahanku, mungkin kita bisa saja memulainya sekarang, tapi bagaimana jika kelak kita berujung saling melukai? bagimana jika kelak aku terjatuh ketika aku sudah menyayangimu begitu dalam? bagaimana jika kelak Tuhan memberiku jalan untuk meninggalkanmu ketika kamu sudah berhasil melepaskan semua tentangnya? bukankah kita hanya akan terluka lagi? bukankah kita hanya akan saling menciptakan trauma lagi?
Sayang, aku tahu aku begitu pengecut untuk hal ini. Aku menyayangimu namun aku juga yang memberikan tembok besar agar kau tak mudah menembus palungku. Sayang, aku tahu aku egois, aku cemburu ketika kau masih dengan segala tentangnya yang mungkin saat ini sedang berusaha kau redam, namun di sisi lain aku pun belum benar-benar baik-baik saja ketika mengingatnya. Sayang, saat ini aku menyayangimu tapi aku tak mau melukaimu.
Magelang, 27 Januari 2023