Lalu pada patahan ke sekian, kita dipertemukan dalam keadaan tanpa paksaan. Kau dengan proses penyembuhanmu, dan aku dengan lukaku di masa lalu. Kita sama-sama dipertemukan dalam rasa trauma yang hampir sama. Kita dipertemukan dalam ketakutan yang hampir sama. Tapi semua mengalir begitu saja. Kau tak memaksaku untuk menerimamu, dan aku tak memaksamu untuk segera sembuh dan melupakannya. Mungkin, dengan kata lain kita adalah kepingan-kepingan yang berusaha saling menyembuhkan.
Aku tak tahu, bagaimana alur Tuhan nantinya. Bagaimana Tuhan mau merancang akhir kisah kita di kemudian hari. Untuk saat ini, aku hanya ingin tetap menikmati. Jika memang suatu saat jalan Tuhan adalah yang tak kita inginkan, tak apa. Mari abadi dalam kenangan.
Magelang, 27 Januari 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar